Home / Berita utama / Hukrim / KPK / TNI POLRI

Sabtu, 15 Juni 2024 - 07:58 WIB

Polres Mojokerto Bangun 2 Sumur Bor Topang Irigasi Lahan Pertanian di Musim Kemarau

Polres Mojokerto Bangun 2 Sumur Bor Topang Irigasi Lahan Pertanian di Musim Kemarau

Polres Mojokerto Bangun 2 Sumur Bor Topang Irigasi Lahan Pertanian di Musim Kemarau

 

MOJOKERTO – Polres Mojokerto Polda Jatim membangun 2 sumur bor di Kecamatan Puri dan Mojoanyar.

Sumur Bora tau sumur dalam ini untuk menopang irigasi lahan pertanian di wilayah tersebut.

Dua sumur dalam yang dibangun oleh Polres Mojokerto Polda Jatim itu masing-masing sumur mampu mengairi 15 hektare sawah.

Sumur bor yang dibangun Polres Mojokerto terletak di lahan pertanian Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar dan di Desa Balongmojo, Kecamatan Puri.

Jika di Desa Balongmojo sudah tuntas, sumur bor di Jabon pada tahap pembangunan bak penampungan air.

Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto memantau langsung pembangunan bak penampungan air di Desa Jabon.

Sejumlah Polwan juga hadir untuk membantu para pekerja memasang bata. Selanjutnya, Polisi bersama para pekerja menggelar syukuran dengan makan bersama di lokasi proyek.

AKBP Ihram menjelaskan, proyek sumur bor ini dijalankan setelah pihaknya menerima informasi persoalan irigasi di Desa Jabon dan Balongmojo.

Informasi tersebut ia terima dari media massa dan Polwan Bhabinkamtibmas kedua desa tersebut.

“Keluhan para petani mereka harus menunghu giliran sekian hari untuk mengairi sawahnya. Oleh sebab itu, Polri hadir, terutama teman-teman Polwan membantu para petani,” jelasnya kepada wartawan di lokasi, Selasa (11/6/2024).

Pengeboran air di 2 desa tersebut, lanjut AKBP Ihram, melibatkan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto dan ahli.

Pengeboran dilakukan hingga kedalaman sekitar 50 meter. Hasilnya, saat ini kedua sumur bor mengeluarkan air bersih yang layak untuk mengairi persawahan di sekitarnya.

“Hasil screening teman-teman pertanian yang kami datangkan dan ahli yang menggali, sumur bor bisa mengairi 10-15 hektare sawah.

Irigasinya akan dibagi supaya adil dan merata bagi para petani dan harus selalu gratis,” tegasnya.

Teknisnya, air dari sumur bor lebih dulu dipompa ke bak penampungan. Selanjutnya, air didistribusikan ke sawah para petani melalui saluran irigasi yang sudah ada. Saat ini, mayoritas lahan pertanian ditanami jagung dan padi.

“Jadi, mesin pompa sudah kami siapkan, baknya kami buat, saluran irigasi sudah ada, dari bak tinggal dialirkan ke sawah,” tandas AKBP Ihram. Rasyid

Share :

Baca Juga

Berita utama

Polrestabes Surabaya Siaga Libur Panjang Kapolrestabes Surabaya Pastikan Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif

Berita utama

Rembuk Stunting di Pugaan, TNI Nyatakan Dukungan Menuju Indonesia Emas 2045

Berita utama

Dandim 1002/HST Shalat Jumat Bersama Warga Awang, Ajak Perkuat Kebersamaan Sukseskan TMMD ke-129

Berita utama

Perlu Paku Bumi, Bupati Blora Komitmen Kawal Penanganan Longsor Desa Gadon ke Kementerian PUPR

Berita utama

Posko Pengobatan Gratis Hadir Meriahkan Penutupan TMMD Reguler ke-129

Berita utama

Satgas TMMD Regtas ke-126 Kodim 1208/Sambas Siapkan Masakan Untuk Anggota Yang Bekerja di Lokasi

Berita utama

Satgas TMMD ke-126 Kodim 1208/Sambas Arahkan Alat Berat dan Truk untuk Meratakan Tanah Timbunan Jalan

Berita utama

Satu Komplotan KKB Pimpinan Aske Mabel, Nikson Matuan, Digiring ke Polda Papua