Mempawah, Mediakpk.com Kegiatan pengisian BBM di SPBU No.04-783-18 arah Air Hitam Sungai Nipah Jongkat Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat patut dipertanyakan.
Pasalnya pada jam kerja antara pukul 21.00 Wib hingga pukul 00.00 Wib hampir setiap malam lampu di SPBU tersebut dimatikan. Padahal SPBU ini bekerja 24 jam, sehingga diduga mengundang kecurigaan adanya kegiatan terselubung penyalahgunaan BBM.
Bahkan kabarnya guna melancarkan kegiatan tersebut pihak SPBU di duga dibekingi oknum tertentu.
Awak media pada Kamis malam (15/02/2024) mencoba melakukan investigasi kelokasi SPBU tersebut. Mencari Kebenaran informasi tersebut tak diragukan, karena SPBU dimaksud pada malam itu tampak gelap gulita, lampu terkesan sengaja dimatikan oleh pihak SPBU dan dicurigai ada kegiatan terselubung diduga penyalahgunaan BBM.
Dan yang semakin membuat curiga adanya kegiatan terselubung tersebut, saat awak media mencoba mengambil gambar dari kejauhan sambil menggunakan kendaraan roda empat yang ditumpangi awak media sambil berjalan, satu orang oknum berambut cepak merasa terusik, kemudian mengejar awak media sambil menggedor mobil agar berhenti.
Awak media yang merasa keselamatannya terancam menghentikan kendaraannya didepan kantor Polsek Jongkat guna minta perlindungan. Namun oknum yang diduga kuat oknum aparatur negara tersebut tetap ngotot minta video atau gambar dihapus.
Demi menjaga keselamatannya, awak media tersebut menuruti permintaan oknum tersebut. Namun gambar/video kegiatan yang diduga illegal tersebut oleh awak media bersangkutan telah dipindahkan kelain untuk dokumen wartawan.
Menurut penuturan awak media tersebut dua oknum berciri ciri yang satu hitam tinggi dan satunya lagi hitam gemuk. ” Sebelumnya kami tidak tahu maksud kedatangan mereka apa maunya”, ungkap wartawan tersebut
“Namun setelah lama berdiri didepan polsek akhirnya mereka mengatakan mengapa kamu mengambil gambar atau video di SPBU tadi”, tambahnya.
Oleh sang wartawan dijelaskan bahwa dirinya wartawan dibekali kartu pers dan sesuai tugas boleh saja mengambil gambar . Dan gambar diambil dari luar bukan didalam lokasi SPBU atau dekat nosel.
Kemudian dua oknum tersebut menelpon rekannya yang lain. ” Begitu satu kawannya datang kami diteriakinya dengan bahasa kenapa mengambil video. Dengan berdalih SPBU itu milik pribadi sambil foto dan video kami juga berkata tak bosan-bosan kah sudah memberitakan aktifikas kami sampai viral tahun lalu (18-oktober-2023) di beberapa media sosial. sambil minta HP kami kemudian mengobrak abrik untuk menghapus rekaman video tersebut. Akhir nya di hapuslah. Namun kami tak kehilangan akal video itu masih ada bersama kami”, ungkap sang wartawan tersebut.
Lanjut.sang wartawan mencoba menjelaskan bahwa berita yang sudah tayang di media sosial pada tahun lalu (18-oktober-2023) bukan dia yang memberitakan. Namun si oknum masih mencecar agar sang wartawan mengakui. Sampailah terbit berita ini
” Kami akan minta konfirmasi lebih lanjut keatasan oknum tersebut, apakah memang mereka ditugaskan atau tidak di SPBU tersebut”, pungkasnya.
” Kami juga akan minta tanggapan dari pihak pertamina migas dan pengamat laiannya”, tambahnya.
Kegiatan SPBU No.04-783-18 Sungai Nipah pada tahun 2022 ini pernah diangkat beritanya oleh mediahumaspolri.com.
Mengutip mediahumaspolri.com mengungkapkan keluhan para supir yang kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
Hal seperti ini membuat penyedia jasa seperti bis dan sopir truk mengeluh karena tidak kebagian solar, sedangkan mereka sudah menerima angkutan untuk diantar keluar kota.
Herman sopir truk yang sehari harinya mengantar angkutan keluar kota mengatakan bahwa dia untuk mendapatkan solar membeli di eceran tepi jalan seharga 20 ribu per liter. Namun anehnya lagi , di SPBU tidak ada minyak namun di kios kios dekat SPBU tersedia “ujarnya.
Menurut info yang di dapat di lapangan bahwa SPBU 04-783-18 yang berada di Sui Nipah Kec Siantan Kab mempawah mempunyai kuota 24 KL namun yang di antar hanya 8 KL diduga sisa dari solar tersebut di selewengkan.
Diminta Hiswana Migas dan APH untuk menyelidiki keberadaan sisa solar tersebut yang di duga di selewengkan.*(tim)








