Home / Uncategorized

Rabu, 17 Januari 2024 - 16:33 WIB

Sidang Kasus Mantan Sekcam Sulang Hadirkan Tiga Saksi Memberatkan Muncul Kekecewaan Kuasa Hukum Pelapor

Sidang Kasus Mantan Sekcam Sulang Hadirkan Tiga Saksi Memberatkan Muncul Kekecewaan Kuasa Hukum Pelapor

Sidang Kasus Mantan Sekcam Sulang Hadirkan Tiga Saksi Memberatkan Muncul Kekecewaan Kuasa Hukum Pelapor

 

REMBANG, MediaKPK.com – Persidangan kasus pidana yang menjerat mantan Sekcam Sulang Eko Ardiyanto, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Rembang, Rabu (17/1).

Dalam persidangan tersebut, agendanya adalah mendengarkan keterangan tiga orang saksi, salah satunya pelapor.

Sidang tersebut menghadirkan Eko Ardiyanto dan Zainurul Iksan sebagai terdakwa.

Sedangkan tiga orang saksi yang dihadirkan adalah Nurdiyanto sebagai pelapor, lalu istri Nurdiyanto, Wafiq Aniqoh dan Ahmad Ali Anwar.

Keterangan ketiga saksi ini terindikasi memberatkan terdakwa lantaran dianggap tahu ihwal dari kasus ini.

Mereka dihadirkan ke persidangan lantaran dianggap mengetahui awal mula dugaan kasus penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 jo Pasal 55 KUHP tentang penipuan.

Mereka, termasuk saksi pelapor dimintai keterangan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Hakim seputar awal mula uang miliknya dibawa terdakwa.

Sebelum persidangan, kepada awak media, Nurdiyanto mengakui total uang miliknya yang dibawa para terdakwa adalah sebesar Rp 190 juta.

Uang itu dipinjam para terdakwa dengan dalih untuk menjalankan sebuah proyek.

Namun pada akhirnya uang itu tak kunjung dikembalikan sesuai dengan waktu yang dijanjikan.

Sidang yang digelar pada Rabu siang merupakan yang keempat.

Informasi yang disampaikan JPU, sidang pertama hingga ketiga sudah digelar dengan masing-masing agenda adalah pembacaan dakwaan, dan keberatan pihak terdakwa.

Menanggapi proses persidangan, Kuasa Hukum pelapor, Ilhamudin mengaku kecewa berat.

Pasalnya, awal dimulai persidangan dalam kasus ini, sebagai pelapor pihaknya tidak mendapatkan pemberitahuan, baik dari Kejaksaan maupun PN.

Menurut Ilhamudin, pemberitahun proses persidangan dari awal ini penting disampaikan kepada pelapor.

Pihaknya mengaku, mengetahui proses perisidangan kasus ini dimulai ketika kliennya mendatangani Kejaksaan.

Ia berharap, proses persidangan dalam kasus ini bisa berlangsung transparan dan memenuhi unsur keadilan.

“Kami baru tahu pekan kemarin dikirimi undangan Kejaksaan. Sidang pertama dan kedua belum pernah dikasih tahu. Belum ada informasi dari Kejaksaan atau PN. Ini sangat menjadi persoalan buat kami. Kami kecewa,” kata dia.

Sementara JPU Kejaksaan Negeri Rembang, Alfi Nur Fata menyatakan, secara regulasi pihaknya tidak perlu menyampaikan informasi perihal dimulainya persidangan kepada pelapor.

Kepentingan pelapor dalam proses pidana, sudah diwakili oleh JPU.

Kejaksaan hanya mengajukan surat pemanggilan kepada pelapor sebagai saksi, sesuai dengan jadwa persidangan.

“Memang regulasinya tidak perlu seperti itu (diinformasi jawad dimulainya sidang). Kami mengajukan (surat) kepada pelapor sebagai saksi sesuai jadwal sidang. Jadi kepentingan pelapor dalam proses pidana sudah diwakili JPU,” tandasnya.

Sesuai keterangan dari kuasa hukum pelapor, masih ada satu tersangka dalam kasus ini yang belum masuk dalam tahap persidangan.

Share :

Baca Juga

Berita utama

Wakil Ketua Presidium FPII Noven Saputera,S.H. Kecam Keras Wakil Walikota Serang, “Jangan Kriminalisasi Pers, kalau Benar Kenapa Harus Takut di Wawancara ???

Berita utama

Satgas TMMD Regtas ke-127 Kodim 1208/Sambas Kerjakan Pembuatan MCK Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)

Berita utama

Wapres Pimpin Tanam Jagung Serentak Kuartal IV Polri, Komitmen Dukung Swasembada Pangan

Berita utama

Sosialisasi ODOL di Prapat Kurung: Upaya Satlantas polres Tanjung Perak Cegah Kerusakan Jalan dan Kecelakaan

Uncategorized

Pantau Libur Lebaran dan Arus Balik di Bali, Kapolri: Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat

Berita utama

Anggota DPD RI Syarif Melvin, S.H Usulkan Pergantian Nama Bandara Supadio Menjadi Bandara Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie

Berita utama

Wakil Gubernur Kalbar Apresiasi Penggerebekan Gudang Oli Palsu, Nilai Transaksi Capai Rp 85 Miliar per Bulan

Berita utama

DPO Kasus Penganiayaan 2023 Akhirnya Dibekuk Tim Resmob Polres Sampang