Home / Berita utama / Hukrim / KPK / News / TNI POLRI

Jumat, 5 Januari 2024 - 16:49 WIB

Pemprov Jateng Salurkan Bantuan 15 Ton Beras Dan 7.500 Mi Mocaf Untuk Warga Sragen

Pemprov Jateng Salurkan Bantuan 15 Ton Beras Dan 7.500 Mi Mocaf Untuk Warga Sragen

Pemprov Jateng Salurkan Bantuan 15 Ton Beras Dan 7.500 Mi Mocaf Untuk Warga Sragen

 

Sragen, mediakpk.com| Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan pangan berupa 15 ton beras dan 7.500 mi mocaf, kepada warga Kabupaten Sragen. Bantuan secara simbolis diserahkan Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana, di Balai Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten, Kamis (4/1/2024).

Dari jumlah bantuan itu, sebanyak 10 ton beras dan 5.000 pak mi mocaf dibagikan untuk 1.000  KK warga Desa Katelan Kecamatan Tangen. Sedangkan 5 ton beras dan 2.500 pak mi mocaf untuk 500 KK warga Desa Sambi Dhuwur, Kecamatan Tanon. Setiap KK mendapatkan 10 kilogram beras dan 5 pak mi mocaf.

Nana menyampaikan, bantuan pangan diberikan untuk membantu keluarga miskin. Bantuan diberikan kepada warga di dua lokasi tersebut, karena angka kemiskinannya masih cukup tinggi.

“Jadi kegiatan ini kita peruntukkan bagi masyarakat yang memang membutuhkan. Karena mereka termasuk masyarakat miskin,” jelas Pj Gubernur.

Dalam pemberian bantuan itu, imbuhnya, Pemprov Jateng memberikan bahan pangan berupa mi mocaf dari singkong, untuk mengenalkan pangan lokal. Sehingga, masyarakat tidak hanya tergantung dengan beras, dan mi dari terigu yang bahan bakunya harus diimpor.

“Jadi mi mocaf buatan Karanganyar ini, sangat bermanfaat bagi kesehatan masyarakat,” tuturnya.

Dikatakan, pemberian bantuan pangan itu merupakan bentuk kepedulian Pemprov Jateng kepada masyarakat kurang mampu. Kegiatan tersebut akan dilakukan di seluruh wilayah Jateng, dengan kantong kemiskinan tinggi.

Penerima bantuan dari Desa Katelan, Muniroh, mengaku bersyukur mendapat bantuan pangan dari pemprov. Menurutnya, bantuan yang diterima tersebut bisa mengurangi beban pengeluaran keluarga. Apalagi, suaminya hanya bekerja sebagai buruh tani, yang penghasilannya tidak menentu.

“Alhamdulillah senang sekali. Suami kerja (buruh) tani. Per bulan penghasilannya tidak pasti. Apalagi saat musim kemarau kemarin tidak panen,” tuturnya.

/Red

Share :

Baca Juga

Berita utama

Bayang-Bayang Dugaan “Tangkap Lepas” di Kediri, Isu Setoran Rp30 Juta Tuai Sorotan Publik

Berita utama

Teken Nota Kesepahaman dengan Kementerian Imipas, Kapolri Harap Sinergisitas Makin Optimal

Berita utama

Polres Probolinggo Kota Ungkap Kasus Dugaan Korupsi, Mantan PJ Kepala Desa Diamankan

Berita utama

Polisi Amankan Seorang Remaja Diduga Jual Beli Bahan Peledak Tanpa Ijin di Pasuruan

Berita utama

Tiga Hari Jelang Penutupan, Satgas TMMD ke-126 Kodim 1208/Sambas Finishing Pekerjaan Rabat Beton

Berita utama

Jelang Mudik Polres Bojonegoro Sidak SPBU Periksa Takaran dan Pastikan Stok BBM Aman

Berita utama

Permudah Masyarakat Mimika, Satgas Yonif 611/Awl Berikan Layanan Kesehatan Keliling

Berita utama

Sat Samapta Polres Pelabuhan Tanjung Perak Amankan 11 Remaja Hendak Tawuran