Home / Berita utama / Hukrim / KPK / News / TNI POLRI

Kamis, 28 Desember 2023 - 11:52 WIB

Efektif Tangani Stunting, Wapres dan Pj Gubernur Jateng Apresiasi Rumah Pelita Semarang

Efektif Tangani Stunting, Wapres dan Pj Gubernur Jateng Apresiasi Rumah Pelita Semarang

Efektif Tangani Stunting, Wapres dan Pj Gubernur Jateng Apresiasi Rumah Pelita Semarang

 

Semarang, mediakpk.com| Dinilai efektif dalam penurunan stunting, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin dan Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, mengunjungi Rumah Pelita di Jalan Candi Pawon Timur 3, Semarang, Kamis (28/12/2023). Rumah Pelita yang berkonsep daycare itu merupakan rumah penanganan gizi lintas sektor.

Nana Sudjana mengapresiasi Rumah Pelita yang merupakan inovasi dari Pemerintah Kota Semarang tersebut. Layanan di tempat itu menerapkan tata laksana yang komprehensif. Terdapat pemberian makanan tambahan untuk balita, kegiatan PAUD, penerapan dan kelas pola asuh, serta penanganan ibu hamil yang didiagnosa anemia maupun mengalami kekurangan energi kronis.

“Untuk di Semarang, stunting ini sangat baik penurunannya, cukup drastis,” ujarnya, seusai mendampingi Wapres.

Nana menyebut, pada 2022 prevalensi stunting di Kota Semarang masih 10,9 persen. Pada 2023 ini, sudah turun di posisi 1,6 persen. Pihaknya menilai, keberhasilan tersebut menunjukkan keseriusan Pemkot Semarang dalam menangani stunting.

Dia berharap, keberhasilan itu bisa menjadi contoh bagi daerah lain yang angka prevalensi stuntingnya masih tinggi. Terutama, pada 17 kabupaten yang masuk kategori kemiskinan ekstrem. Apalagi, angka stunting di Jawa Tengah masih 20,8 persen.

“Jadi memang saat ini rata-rata di Jawa Tengah masih di sekitar 20,8 persen. Ini kami arahkan kabupaten/ kota yang lain, untuk mengikuti pola penanganan stunting, seperti di Kota Semarang. Ini bisa menjadi pilot project ataupun percontohan bagi kabupaten/ kota yang lain, ” ujar Pj Gubernur.

Sementara itu, Wapres Ma’ruf Amin menyampaikan hal senada. Ia mengapresiasi Kota Semarang yang serius menangani stunting. Oleh karena itu, daerah lain yang stuntingnya masih tinggi, diminta belajar ke daerah-daerah yang berhasil menurunkan angka stunting.

“Malah di sini (Kota Semarang) sudah turun cuma 1,6 persen. Jadi sudah sangat jauh. Ada  beberapa daerah memang tinggi, tetapi dari laporan BKKBN yang menjadi korlap, itu yakin bahwa (target) 14 persen bisa tercapai,” ucap dia.

/Red

Share :

Baca Juga

Berita utama

Satgas TMMD ke-126 Kodim 1208/Sambas Lakukan Pengecatan Penampungan Air Sumur Bor

Berita utama

Dandim 1002/HST Rangkul Insan Olahraga di Bumi Murakata

Berita utama

Anggota BP Sinode GKT Apresiasi Polri Sukses Laksanakan Ops Lilin Semeru 2024

Berita utama

Respon Cepat Polres Batu Berhasil Amankan Tersangka Penipuan Lelang Barang Melalui Medsos

Berita utama

Polres Jember Gandeng Ulama dan Tomas Cegah Peredaran Narkoba di Jember

Berita utama

Beredar Video Tawuran Korban Dibacok, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Pastikan Hoax, Kejadian Di Bogor

Berita utama

Kasus Kajari Madiun Dicopot Positif Narkoba Dari Tes Urine

Berita utama

Babinsa Guha dan Lintas Sektor Bersatu, Rumuskan Strategi Penurunan Stunting di Desa Guha