Home / Uncategorized

Minggu, 24 Desember 2023 - 10:14 WIB

2023, BBPOM di Semarang Tutup Seratusan Akun “Online” Penjual Produk Pangan Ilegal

2023, BBPOM di Semarang Tutup Seratusan Akun

2023, BBPOM di Semarang Tutup Seratusan Akun "Online" Penjual Produk Pangan Ilegal

 

Semarang, mediakpk.com| Sepanjang 2023, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang menemukan toko online yang menjual pangan tanpa izin edar atau ilegal di Jawa Tengah. Sampai saat ini, pihak BBPOM telah melakukan take down, atau menutup akun online atau website tersebut.

Kepala Balai Besar POM di Semarang Lintang Purba Jaya mengatakan, setiap bulan pihaknya selalu memberantas penjualan pangan tanpa izin edar, terutama di pasar online.

“Kami selalu men-take down hampir antara 30-33 akun dari subsite, atau website, maupun marketplace. Kalau kita kalikan 12 (bulan) hampir 120 lebih akun yang telah kita take down,” kata Lintang saat rilis pers di kantornya, Jumat (22/12/2023).

Menurutnya, ada 10 perkara yang sudah mereka tangani. Di antaranya ada yang masih proses sidang, ada juga yang masih proses tahap asesmen penyelesaian. Dengan demikian, memang sudah ada yang putusan, dan sudah ada yang proses sidang.

Ia menuturkan, tahun ini ada kenaikan temuan pangan ilegal. Biasanya untuk tren di wilayah Jawa Tengah, paling banyak ditemukan adalah produk pangan rusak dan kedaluwarsa. Tetapi tahun ini, BBPOM temukan pula produk pangan ilegal.

“Artinya termasuk akses yang kita buka, dan perkembangan penjualan secara online ini sudah masuk. Ini yang perlu kita tegakkan kembali,” tuturnya.

Ditambahkan, beberapa tahun lalu pihaknya tidak menemukan produk ilegal dari negara tetangga, masuk wilayah Jawa Tengah. Namun tahun ini produk itu sudah mulai dan diperdagangkan. Dengan demikian, berarti sudah ada permintaan tinggi pada produk pangan ilegal yang harus diwaspadai.

Modusnya, kata dia, dari akun online dibeli dari luar negeri masuk ke Jateng dalam jumlah besar, dan dari tentengan atau oleh-oleh dari luar negeri sampai lima kilogram.

“Seharusnya produk itu untuk penggunaan sendiri. Kita beli oleh-oleh dari negara lain itu tidak dilarang. Tetapi kalau diperjualbelikan, dia membuka jasa titipan, itulah yang harus kita amankan,” terangnya lebih lanjut.

Yang dikhawatirkan dari produk ilegal, jelas Lintang, yaitu tidak tahu produk itu benar-benar asli dari sana atau palsu. Selanjutnya, dari produk ilegal, masyarakat tidak tahu isinya, dan itu juga jadi ancaman produk lokal. Sejauh ini, produk yang ditemukan paling banyak dari Malaysia, dan China, dengan mayoritas adalah produk makanan, seperti minuman instan, susu, cokelat, bumbu makanan, serta makanan herbal untuk kesehatan.

Lintang menjelaskan, peredaran produk pangan ilegal itu sanksinya adalah pemusnahan. Kalau ada unsur kesengajaan, maka akan ada sanksi pidana. Terkait produk ilegal maupun produk berbahaya, pihaknya menggunakan UU Pangan, dengan sanksi pidana tiga tahun kurungan .

Dalam keterangan rilisnya, Lintang menyebutkan, penyidik Balai Besar POM di Semarang telah menangani sebanyak 10 perkara di bidang obat dan makanan. Pada 2023, temuan yang ditindaklanjuti secara projustitia sebanyak 43.410 pieces, terdiri dari 6.192 pcs produk kosmetika ilegal, 13.332 pcs produk obat tradisional ilegal, 23.886 pcs produk obat ilegal, dengan total nilai keekonomian sebesar Rp2,93 miliar.

Dikatakan, pemberantasan obat dan makanan ilegal dilakukan melalui penggalangan komitmen lintas sektor antara lain BNN Kabupaten Temanggung, Pemda Kabupaten Temanggung, Dinas Sosial, organisasi masyarakat, sekolah, perangkat desa, penyelenggara jasa ekspedisi, dan lainnya. Sedangkan bentuk aksi komitmen, dengan intensifikasi pengawasan bersama sarana distribusi obat dan makanan ilegal di Jawa Tengah, berbagi informasi, sosialisasi atau edukasi bahaya penyalahgunaan obat ilegal dan obat-obat tertentu yang sering disalahgunakan.

Selama 2023, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap pelaku usaha obat kuat, kosmetik, obat tradisional, suplemen kesehatan sejumlah 42 sarana. Komoditi hasil temuan pada pemeriksaan tersebut, dilakukan pengamanan dan pemusnahan.

“Kita terus awasi,” tegasnya.

/Red

Share :

Baca Juga

Berita utama

Dedikasi Polri dalam Pengamanan Mudik Tuai Apresiasi Pemudik

Berita utama

Polres Kediri Tetapkan 28 Tersangka Pengrusakan dan Penjarahan Saat Demo 14 Diantaranya Anak Dibawah Umur

Berita utama

Lestarikan Alam Personel Satgas TMMD Ke-124 Kodim 1009/Tla Bersama Masyarakat Tanam Pohon

Uncategorized

Kapolri Hadiri Doa Lintas Agama di Bali Ikhtiar Pilkada Damai

Berita utama

Jum’at Curhat : Wakapolres Rembang Hadir Dengarkan Keluhan Masyarakat Lasem

Berita utama

Polri Dirikan Dapur Lapangan 24 Jam Penuh untuk Korban Banjir Pondok Gede Permai Bekasi

Berita utama

Tekan Angka Laka Lantas, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar FGD

Berita utama

Siberbi” Salah Satu Wujud Kepedulian Polisi di Jember kepada Masyarakat Setiap Hari Rabu