Home / Berita utama / Daerah / Home / Hukrim / KPK / Nasional / News / Peristiwa

Senin, 14 Agustus 2023 - 04:24 WIB

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Malang Eko Budisusanto Menerima Keris Dari Keturunan Empu Gandring 

Surabaya, Mediakpk.com Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Malang Eko Budisusanto SH,MH. mengambil sikap proaktif dalam menjaga pelestarian warisan budaya negara dengan bersilaturahmi pada KRT Mpu Arum Fanani Notopuro, karena budaya merupakan tugas penting yang harus dilakukan oleh semua anggota masyarakat, termasuk pemerintah.

Empu Fanani adalah keturunan Empu Gandring merupakan salah satu pewaris pengrajin keris di kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Ia memiliki keahlian dalam membuat dan mengasah keris yang sudah diwariskan dari nenek moyangnya.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Malang, Eko Budisusanto, S.H., M.H, menerima sebuah keris yang memiliki nilai sejarah kebudayaan tinggi dari keturunan Mpu Gandring. Keris ini memiliki pamor Dwi Warna, dengan pamor miring untuk Kanuragan/Jaya Kawijayan dan pamor mlumah untuk Kerejeken dan Kawibawan.

Dalam sebuah upacara khidmat di Besalen Condro Aji Singosari, Eko Budisusanto menerima keris tersebut dengan rendah hati. Keris ini merupakan warisan berharga yang menghubungkan dengan akar budaya leluhur, melambangkan keberanian dan kebijaksanaan yang harus dijunjung tinggi.

Keris tersebut memiliki jenis warangka Sandang Walikat Kayu Timo, menambahkan nuansa estetika dan otentisitas pada senjata tradisional ini. Gagang keris juga dibuat menggunakan jenis Kayu Timo, kayu yang telah terbukti populer sebagai bahan yang cocok untuk keris pusaka.

Ornamen yang diaplikasikan pada keris ini dipilih dengan teliti, berdasarkan filosofi-filosofi yang memiliki kewibawaan dalam budaya Jawa. Setiap elemen pada keris ini memancarkan keanggunan dan nilai-nilai yang mendalam, mencerminkan kearifan lokal dan sejarah kejayaan.

Keris ini terbuat dari perpaduan besi nikel dan besi dengan kandungan unsur baja, memberikan kekuatan dan daya tahan yang luar biasa. Untuk pamor, digunakan nikel dengan jumlah kurang lebih 256 lapis, menunjukkan keahlian tinggi dalam pembuatan senjata tradisional yang rumit.

Proses pembuatan keris ini berlangsung selama kurang lebih 3 bulan, dimulai dari pemilihan bahan-bahan hingga tahap akhir penyelesaian. Keris ini akhirnya selesai dan diserahkan kepada Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Malang pada tanggal 26 Muharam 1445 H, menjadi sebuah simbol penting yang mengingatkan kita akan kekayaan budaya dan nilai-nilai luhur yang perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.(NUR).

Share :

Baca Juga

Berita utama

Satgas TMMD ke-125 Kodim 1007/Banjarmasin Terima Material untuk Pembuatan Pos Kamling di RT 14 Kuin Kecil

Berita utama

Jalin Silaturami Mediakpk.com Dan Rekan media Di Forum Panjunan Berstu(FPB)

Berita utama

Ops Pekat Semeru 2025, Polres Pamekasan Gelar Latpraops Untuk Menyamakan Persepsi Dan Pola Tindak

Berita utama

Polisi Amankan 67 Motor Tidak Sesuai Spektek Diduga Untuk Balap Liar di Surabaya

Berita utama

Masa Pendaftaran Paslon di Pilkada 2024 Polisi Sterilisasi Kantor KPU Kota Blitar

Berita utama

Jumlah Stunting di Kabupaten Rembang Turun Jadi 13,8%

Berita utama

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Mengadakan Konferensi Pers

Berita utama

Polres Lumajang Intensifkan Pengecekan LPG 3 Kg, Pastikan Distribusi Tepat Sasaran