Gresik. mediakpk.com
Dikutib Dari kabar berita radar jatim. Co. Bahwa ada pemantauan dan investigasi ” Dari hasil Pantaun tim investigasi radarjatim.co di lapangan pada tanggal 27 juni 2023 ditemukan kegiatan penambangan galian C berupa pengerukan tanah masih berlangsung pada pagi hingga siang hari ,
Ada sekitar 10 truk berlalu lalang yang terpantau sedang memuat tanah hasil tambang atau galian.
Sementara itu, menurut informasi yang dihimpun tim bahwa dari pengelola galian mengatakan ijin berupa surat hasil musdes yang ditandatangai oleh kepala desa ,kepala dusun, ketua BPD metatu, dan tokoh masyarakat.( kutipan)

Menurut keterangan narasumber warga Desa Metatu ( Ah ) tanah yang di gali untuk peningkatan dan daya tampung air embung, dan ini memang sudah sejak lama ingin di gali untuk pendalaman peningkatan kapasitas daya tampung air embung. Namun ketersediaan anggaran yang kurang memenuhi sehingga melibatkan pihak ketiga dengan melakukan kegiatan pendalaman embung tersebut.
Langkah musdes bersama warga, Bpd, tokoh masyarakat serta pemangku Desa lainnya sudah di lakukan untuk mencegah kerusakan lingkungan, oleh sebab itu kegiatan tersebut secara sah atas kesepakan bersama warga seluruh desa metatu.

ketidakmampuan untuk biaya excavator ( bego) dan alat pengangkut tanah liat di dalam embung akhirnya di sepakati menggunakan jasa investor pihak ketiga sehingga biaya tertanggung kepada pihak ketiga, masyarakat tidak di pungut biaya apapun perihal pendalaman embung tersebut.
Jika embung mampu memenuhi kebutuhan warga, dipastikan warga sangat senang serta kecukupan air untuk persawahan, untuk wisata pemancingan, untuk kebutuhan warga agar mampu panen lebih dari satu kali dalam setahun.
Embung ini cukup dibutuhkan oleh warga dan ini sangat membantu warga terutama dalam menyediakan alat berat dan kendaraan pengangkut tanah keluar dari embung.
Dan baru tahun ini bisa di laksanakan. Namun baru alat di pakai gali ada pemberitaan miring soal galian embung tersebut dan di katakan sebagai tambang ilegal mining, sehingga sempat tersendat. Papar warga…
Saya selaku warga desa sangat setuju dan sangat senang jika embung tersebut di tingkatkan daya tampung nya,di samping untuk penampungan juga resapan air tanah stabil sehingga curah hujan yang tinggi di musim penghujan tertampung maksimal,sebaliknya di musim kemarau wilayah desa metatu tidak kekurangan air utuk lahan persawahan atau pun air tanah menipis.
Proses musyawarah Dusun sudah di jalankan, proses pembagian dan pencatatan tanah embung yang keluar ,di catat karang taruna, warga desa dan juga ada pihak ketiga sebagai sponsor ( investor) alat berat dan alat angkutnya.
” Setiap damp truk keluar atau masuk ada warga yang mencatat keluar nya berapa truk ,apakah sudah cukup rata atau belum dan daya tampung air serta penguat tanggulnya,itu sama sama di awasi warga masyarakat desa metatu. ”
Salah satu warga pencatat rit.tanah yang di angkut sempat di wawancarai awak media mengatakan ” oh ya mas, saya akan berikan data lagi ke pean lebih spesifik.tanah tersebut juga untuk kemanfaatan urug bagi warga yang membutuhkan di sekitaran. Paparnya kepada media.
Tim di lapangan mencoba konfirmasi oleh pihak investor ( pihak ketiga) a/n parto mengatakan ” Kegiatan ini merupakan pendalaman dan penataan embung warga,yang kita bantu menggunakan alat berat serta kendaraan pengangkut nya saja.
di sini bukan galian,kembali saya katakan ini cuman pendalaman dan penataan tanggul embung, sehingga embung lebih bisa produktif serta bisa di manfaatkan seluas luasnya untuk masyarakat wilayah desa metatu dan sekitarnya.
Jika embung memiliki daya tampung besar, otomatis kecukupan akan air persawahan dan pertanian tambak semakin bisa meningkatkan produktifitas.
Dari narasumber warga dan juga pihak ketiga ,pointnya adalah embung memiliki daya tampung lebih besar, maka segi pemanfaatannya pun lebih baik dan besar buat warga, Tuturnya.
Tim awak media meminta pendapat oleh salah satu aktivis lingkungan, Santoso. Dirinya menjelaskan, Tambang yang digali apa tambang nikel, batubara, atau mineral apa yang terkandung di tanah harus jelas dulu..?
Lah kalau tanah liat dari embung,dengan tujuan untuk peningkatan daya tampung air dan serapan air tanah lebih baik, terus salahnya di mana??
Lihat dulu aspek aspek kemanfaatannya bagi warga sekitar, baik petani sawah, petani tambak apa dengan di tingkatkan daya tampung air tersebut lebih bermanfaat untuk masyarakat atau tidak! Semua itu bisa dilihat dan di analisa tanpa tendensi kepentingan ( like and dis like) . Pungkasnya ( Red)








